Korean Gingseng

Korean Gingseng

Siapa yang tidak kenal Korea dengan julukan Negeri Gingseng. Korea dikenal dalam hal kesehatan, serta kecantikan. Tak heran ketika kita melihat orang Korea cantik-cantik, dan sehat-sehat meskipun usianya sudah tua. Tak jarang para orang tua yang berada di Korea masih bisa melakukan kegiatan seperti jalan-jalan dan mendaki gunung.

Kata ginseng berasal dari bahasa Cina "rénshēn". Rén berarti "manusia", dan shēn means berarti "akar tanaman". Memang jika diperhatikan bentuk ginseng mirip dengan bentuk manusia. Ginseng asli Korea berasal dari genus Panax, sedangkan ada banyak tanaman yang mirip dengan ginseng Korea, tetapi kondisi penanaman ginseng di Korea (suhu, kelembapan, mineral tanah, dll), membuat kandungan ginseng yang ditanam di Korea berbeda dengan ginseng yang ditanam di tempat lainnya.



Akar ginseng yang menyehatkan
Bagian dari ginseng yang berkhasiat adalah akarnya. Ginseng bisa dibilang sebuah paket komplit, karena memiliki banyak sekali khasiat yang tentu saja menguntungkan bagi tubuh dan sudah teruji dalam skala penelitian. Sudah ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa ginseng dapat bersifat sebagai antioksidan (penangkal radikal bebas, sebagai anti kanker), anti tumor, anti mutagenik (mutasi gen), dan mempunyai aktivitas immonumodulatori (berkaitan dengan sistem imun). Menurut Soowon Kang dan Hyeyoung Min dalam Journal of Ginseng Research vol. 36, no. 4, Ginseng dapat menjaga homeostasis dari sistem imun (menjaga sistem imun dalam kondisi normal), dan meningkatkan resistensi tubuh terhadap penyakit atau serangan mikrobia melalui sistem imun dalam tubuh.

 

Ginseng mengandung zat yang bernama saponin yang berperan sebagai antibiotik. Maka tak heran jika ginseng dapat meningkatkan sistem imun dengan sifat antibiotiknya. Sampai saat ini dari berbagai penelitian, Ginseng mengandung sekitar 24 tipe dari saponin, sedangkan red ginseng mengandung 32 tipe. Komponen aktif dari ginseg adalah ginsenosides yang dapat menjangkau pusat dari sistem saraf, endokrin, imun, metabolisme, dll dan mempunyai efek yang beragam terhadap fungsi tubuh.

Ingin awet muda, konsumsi ginseng
Menjadi tua itu pasti, tetapi anda bisa menghambat efek penuaan pada kulit. Memiliki kulit yang masih kencang, tanpa keriput menjadi dambaan setiap orang. Proses-proses biokimia dalam tubuh dapat mempercepat ataupun memperlambat proses efek penuaan pada kulit. Ginseng Korea terbukti dapat memperlambat efek penuaan pada kulit atau yang dikenal sebagai efek anti-aging salah satunya melalui pengurangan efek dari reactive oxygen species (ROS).

ROS merupakan molekul yang reaktif (cenderung menyerang sel secara acak) dan mengandung oksigen. Bila sel-sel tubuh (khususnya kulit) terserang oleh ROS dan sel menjadi mati, maka kulit menjadi tampak lebih gelap. Tak heran kita sering menemui kulit dari orang-orang yang sudah lanjut usia menjadi lebih gelap. Untuk mencegah efek perusakan dari ROS, tubuh sebenarnya mempunyai efek perlindungan yaitu dengan enzim yang secara alami dalam tubuh. Tetapi gaya hidup masyarakat jaman sekarang, dan banyaknya polusi membuat molekul ROS menjadi banyak menyerang tubuh kita. Dibutuhkan pelindung sel-sel tubuh, salah satunya dengan zat antioksidan. 

Zat antioksidan berfungsi sebagai penangkal ROS. Antioksidan itu seperti casing HP, atau bamper mobil yang melindungi sel-sel dari serangan ROS. Bila ROS menyerang, maka antioksidan yang akan terserang dahulu, dan sel tubuh menjadi aman. Penelitian dari H.B. Hoon dan S.J. Fulder menyatakan bahwa ginseng megandung senyawa maltol yang dapat mencegah efek penuaan.

 

Share This

About the Author

Asmara

Asmara

Nothing about Asmara.

Partners